Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts

18 September 2015

Penjelasan Aktiva Tetap Atau Aset Tetap (Fixed Assets)

Pengertian, Pengakuan dan Penggolongan Aktiva Tetap


Pengertian Aktiva Tetap Atau Aset Tetap (Fixed Assets)
Banyak masyarakat mengartikan bahwa Aset tetap atau aktiva tetap ialah Mobil, bangunan, motor dan lain sebagainya, sedangkan Dalam Akuntansi Aset tetap atau aktiva tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jas, untuk disewakan atau direntalkan kepada pihak lain dengan tujuan administratif dan diharapkan untuk digunakan lebih dari satu periode. Dengan kata lain Aset tetap ialah merupakan aset tidak lancar dan biasanya digunakan untuk operasi suatu kegiatan perusahaan. Contoh diantara nya ialah properti, bangunan, mesin, furnitur, pabrik dan lain – lain.
Menurut pengertian para ahli Aset tetap atau Aktiva tetap ialah harta kekayaan perusahaan yang diperoleh serta dikuasai dari kegiatan ekonomi seperti transaksi pada masa yang lalu. Aset tetap dijalankan untuk menghasilkan barang atau jasam misalkan tanah  dibangun untuk tempat produksi selain itu juga ada contoh lain yaitu mesin yang biasa digunakan untuk alat produksi. Sedangkan menurut PSAK nomor 16 paragraf 5  mengartikan bahwa aktiva tetap ialah aset berwujud yang diperoleh dengan kondisi siap pakai dan bibangun terdahulu dan digunakan untuk kegiatan operasi entitas bisni serta tidak digunakan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan selain itu memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu periode.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Aktiva tetap memiliki karateristik yaitu sebagai berikut:
1. Merupakan Aktiva berwujud (Mempunyai wujud fisik)
2. Mempunyai manfaat lebih dari satu tahun dan memiliki nilai manfaat sangat bagus.
3. Digunakan untuk kegiatan Operasi Perusahaan 
4. Tidak untuk dijual kembali


Pengakuan Aktiva Tetap Atau Aset Tetap (Fixed Assets)
Suatu perusahaan akan mengakui setiap aktiva jika memiliki mengelompokannya sebagai aktiva yang dimaksud ialah memenuhi pengertian serta mempunyai sifat sebagai aktiva tetap atau aset tetap. Dapat  disimpulkan aset yang berwujud bisa diakui dan diklarifikasikan kedalam aktiva tetap apa bila:

  • Pontensi manfaat nya dirasakan dimasa mendatang
  • Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset bisa diukur dengan handal yaitu didukung dengan bukti transaksi perolehan aset tersebut.
  • Selain itu perusahaan mempunyai kendali atas manfaat ekonomis yang diharapkan akan diterima dari aset tetap tersebut
Selain dari kesimpulan diatas, menurut Ikatan Akuntan Indonesia memberikan pernyataan dalam PSAK Nomor 16 Paragraf 06 ialah suatu benda berwujud diakui dan dikelompokkan sebagai aktiva jika :
  • Besar kemungkinan manfaat keekonomisan dimasa yang akan datang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir dalam perusahaan, untuk dapat melihatnya yaitu dengan menilai tingkat kepastian terjadinya aliran manfaat keekonomisan dimana harus memerlukan suatu kepastian bahwa perusahaan akan menerima imbalan dan resiko terkait,
  • Biaya perolehan aktiva dapat diukur secara handal yaitu dengan adanya bukti – bukti tertulis.
Penggolongan Aktiva Tetap Atau Aset Tetap (Fixed Assets)
Karena mempunyai sifat dan karakter yang berbeda dengan aktiva yang lain maka  aktiva tetap atau Aset tetap dapat diklarifikasikan atau dikelompokkan. Sedangkan Aktiva tetap atau Aset tetap dikelompokkan berdasarkan masing – masing aktiva selain itu aktiva tetap atau aset terdiri atas beberapa jenis barang. Berdasarkan kebijakan Akuntansi pengelompokan aktiva tetap atau aset tetap ini pada entitas bisnis masing – masing karena pada umumnya makin banyak aset tetap yang dimiliki akan makin banya juga kelompokan. Nilai atau nominal yang relatif signifikan dan jenis serta bentuk aktiva tetap yang cukup beragam membuat perusahaan harus lebih berhati – hati dalam proses penggolonganya. Biasanya untuk tujuan akuntansi,Aktiva tetapa juga digolongka seperti ini :
  • Aktiva tetap atau aset tetap pada umumnya tidak terbatas contohnya tanah untuk letak entitas perusahaa, peternakan dan pertanian,
  • Aset tetap pada umumnya terbatas yaitu jika habis bisa diganti dengan aset sejenis contohnya Mesin,Peralatan dan lain sebagainya
  • Aset tetap pada umumnya terbatas yaitu jika habis tidak bisa diganti dengan aset sejenis contoh nya tambang dan sumber daya alam lainya.

Sedangkan menurut Sofyan Safri H mengelompokan aktiva tetap atau aset tetap dalam berbagai sudur diantara nya yaitu :
  • Dari sudut Substansi ,Aktiva tetap dibagi 2 yaitu Tangible Assets atau aktiva berwujud (contohnya lahan, mesih, gedung dan Peralatan) dan Intangible Assets atau Aktiva tidak berwujud (contohnya Goodwill, Patent, Copyright, Hak cipta,Franchise dan lain – lain)
  • Dari sudut disusutkan atau tidak, Aktiva dapat dibagi 2 yaitu Depreciated Plan Assets yaitu aktiva tetap yang disusutkan sepeti Building (Bangunan), Peralatan ,Mesin ,Jalan dan lain – lain) dan Undepreciated Plant Assets Yaitu aktiva yang tidak dapat disusutkan contohnya tanah (land)
  • Berdasarkan jenisnya dapat dibagi 7 yaitu  
  1. Lahan – lahan adalah bidang tanah yang terhampar baik merupakan tempat bangunan maupun yang masih kosong,
  2. Bangunan Gedung – gedung adalah bangunan yang berdiri diatas bumi ini baik dilahan/air,
  3. Mesin – mesin termasuk peralatan – peralatan yang menjadi bagian dari mesin tersebut
  4. Kendaraan ialah semua jenis kendaraan seperi truk, grader ,traktor dan lain – lain,
  5. Inventaris ialah peralatan yang dianggap alat – alat besar yang digunakan dalam perusahaan seperti inventaris kantor ,inventaris pabri dan lain-lain,
  6. Prasarana – Prasarana ialah merupakan kebiasaan bahwa perusahaan membuat klasifikasi khusus prasarana seperti jalan, Jembatan, pagar dan lain – lain,
  7. Perabot yaitu semua yang merupakan isi dari gedung misalnya perabotan pabrik ,perabotan kantor. 

Demikian Penjelasan mengenai Aktiva tetap,semoga dapat berguna bagi anda pengunjung Goeboek Ilmu.

_*****_

*("saran dan komentar dari anda sangat kami perlukan untuk membangun artikel yang lebih bermutu dan akurat")

16 September 2015

Akuntansi Perusahaan Jasa

Transaksi,Perkiraan Dan Jurnal

Pengertian Transaksi (Transaction)
Kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana transaksi dikatakan sah dan valid jika dilengkapi dengan bukti – bukti transaksi. Selain itu dapat pula diartikan bahwa Transaksi adalah suatu perubahan yang menyangkut ketiga unsur pokok persamaan akuntansi (aktiva, utang, & modal).

Rumus Persamaan akuntansi (Accounting Equation)
H = U + M

Bukti Transaksi (Transaction Document) :
Bukti Transaksi ialah Dokumen – dokumen yang berisi data transaksi yang dibuat setelah melakukan transaksi untuk kebutuhan pencatatan keuangan. Dimana fungsi pokok bukti transaksi ialah sebagai perekam setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Dengan adanya bukti transaksi, setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang berkaitan dengan keuangan dapat didokumentasikan dan dipertanggungjawabkan seraca akuntansi.
Dapat disimpulkan bahwa Setiap transaksi perlu adanya bukti untuk memastikan keabsahan transaksi yang dicatat.
Contohnya :
- Bukti Pengeluaran Uang (Struk Cek, Kuitansi).
- Bukti Penerimaan Uang (Kuitansi)
- Bukti Jurnal (Journal Voucher)
- Bukti Transaksi lain secara kredit (Faktur)

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)
Siklus Akuntansi (Accounting Cycle): terdiri dari kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengindetifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. Menurut Sofyan syafri Harahap (2013:16) dalam bukunya Teori Akuntansi Mengartikan bahwa Proses akuntansi ialah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan bukti data atau bukti lain, maka diinput keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan. Dapat kita simpulkan Akuntansi ialah suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Tahapan - tahapan kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan di buatnya laporan keuangan
Lihat Gambar siklus akuntansi berikut ini:



Perkiraan/Rekening atau Akun/account
Perkiraan/Rekening atau Akun/Account Adalah formulir khusus yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi sejenis.

Bentuk-bentuk Rekening :
1.Bentuk Letter T/Sederhana (T account)


2.Bentuk 2 kolom/Scontro/Horizontal (Two Column Account)
3.Bentuk 3 kolom/Staffel (Three Column Account)
4.Bentuk 4 kolom/Saldo Rangkap (Balance/Four Column Account)

Kelompok - Kelompok Rekening
Rekening diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
1.Rekening Riil/Neraca, yaitu rekening-rekening yang nyata dimana saldo rekening yang tercantum akan terus dibawa dari satu periode ke periode selanjutnya. Contoh : Harta, Utang dan Modal
2.Rekening Nominal/Laba Rugi, yaitu rekening yang relatif sementara dimana saldo rekening ini hanya dicantumkan pada satu periode akuntansi saja. Contoh : Pendapatan & Biaya

Aturan Debet Kredit:


Jurnal (Journal)
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya) dan bertujuan untuk pendataan,dengan menunjukkan rekening yang di debet dan di kredit beserta jumlah rupiah masing-masing.

Adapun setiap entitas memiliki cara sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan. Secara Umun Jenis Jurnal ada 2 diantaranya yaitu
- Jurnal Umum ialah jurnal untuk mencatat transaksi yang sedang berjalan dimana transaksi tersebut tidak masuk dalam jurnal khusus

- Jurnal Khusus ialah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang spesifik atau khusus
Jurnal yang terdapat dalam jurnah khusus ialah
- Jurnal pembelian ialah untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit
contohnya:


- Junal penjualan ialah untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit
contohnya:

- Jurnal penerimaan kas ialah untuk mencatat penerimaan secara tunai
contohnya:

- Jurnal pengeluaran kas ialah untuk mencatat pengeluaran secara tunai.
contohnya:


_*****_
*("saran dan komentar dari anda sangat kami perlukan untuk membangun artikel yang lebih bermutu dan akurat")
















Pemahaman Akuntansi Kas

Halo Sahabat setia pengunjung Goeboek Ilmu Pada kesempatan ini Goeboek Ilmu akan memberikan artikel tentang Pemahaman Akuntansi Kas

Pemahaman Tentang Akuntansi Kas


Dalam akuntansi terdapat banyak sekali akun – akun diantara nya ialah Kas, Kas merupakan sub – sub dari Aktiva Lancar atau biasa disebut Current Assets. Kas dapat diartikan sebagai alat tukar yang memiliki dasar pengukuran Akuntansi. Contoh dari Kas ialah Uang kertas., Logam dan lain sebagainya. Pengertian kas secara khusus ialah alat pembayaran yang dipergunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan atau operasionala perusahaan. Oleh karena itu sangat penting sekali bagi Manajemen kas untuk mengontrol  masalah – masalah yang merugikan perusahaan karena kas ialah asset yang memiliki resiko paling tinggi dan paling lancar (likuid).


Adapun cara cara untuk pengendalian Kas ialah
-          Adanya perencanaan untuk arus kas à Cash Budget
-          Adanya pengendalian saat penerimaan kas
-          Adanya pengendalian saat pengeluaran kas
-          Melakukan Rekonsiliasi Bank
-          Adanya penerapan sistem tetap kas kecil

Adapun Prosedur – prosedur yang wajib dilakukan saat penerimaan kas:
-          Harus ada pembagian tugas penyimpan, peneriamaan dan pencatatan penerimaan uang,
-          Untuk perusahaan kecil laporan kas dibuat oleh pemilik perusahaan selain itu laporan Kas harus dibuat setiap hari,
-          Uang yang diterima harus disetorkan ke bank

Selain dari Prosedur Penerimaan Kas terdapat pula Prosedur – Prosedur pengeluaran Kas yang wajid dilakukan yaitu
-          Pengeluaran jumlahnya harus melalui kas kecil sedangkan pengeluaran besar wajid dikeluarkan menggunakan cek,
-          Setiap pengeluar baik kecil maupun besar wajib mendapat pensetujuan dari pihak berwenang
-          Kas kecil  dibentuk harus dengan pengawasan yang ketat,
-          Penulisan Cek harus didukung dengan bukti yang akuran, otentik  atau pun memakai sistem voucher,
-          Harus adanya pembagian tugas antara yang menyetujui pengeluaran kas, penyimpanan uang kas, mengeluarkan uang kas, dan yang melakukan pencatatan atas pengeluaran kas.

Definisi Kas Kecil
Kas kecil adalah uang yang sengaja dicadangkan oleh perusahaan dalam rangka untuk membayar pengeluaran rutin yang nilai nominalnya relatif kecil. Kas kecil juga biasa disebut Petty cash.
Adapun Petty cash memliki beberapa karakteristik, diantaranya:
-          Jumlahnya terbatas
Pihak manajemen perusahaan biasanya membatasi jumlah kas kecil sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jumlah kas kecil tiap perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat operasionalnya.
-          Digunakan untuk membiayai transaksi rutin yang jumlahnya relatif kecil
Tujuan dari kas kecil, sebagai persediaan untuk mendanai transaksi rutin yang jumlahnya kecil. Pihak manajemen memiliki hak untuk menentukan besarnya kas kecil, tentunya disesuaikan dengan operasional perusahaan.

Metode Pencatatan Petty cash
Metode pencatatan kas kecil dibagi menjadi dua, yaitu
1.      Sistem dana tetap (imprest fund system)
Di dalam metode ini, jumlah kas kecil yang akan dicadangkan bersifat tetap. Perubahan jumlah kas kecil akan dilakukan apabila pihak perusahaannya menghendakinya. Sebagai contoh, apabila perusahaan merasa bahwa jumlah kas kecil dianggap kurang dan perlu untuk menambahnya kembali. Kondisi ini akan menyebabkan adanya penyesuaian terhadap kas kecil yang mengalami penambahan atau pengurangan.

2.      Sistem dana berubah (fluctuation fund system)
Dalam metode ini, penetapan jumlah kas kecil disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai contoh, jumlah kas kecil pada awal kebijakan sebesar Rp. 2.000.000, setelah itu dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Setelah dimanfaatkan diisi kembali, pengisian dengan sistem dana tetap jumlah amountnya harus disesuaikan dengan saldo awal. Nah, jika menggunakan sistem fluktuasi jumlah pengisiannya tidak harus disesuaikan dengan jumlah saldo awalnya, jumlah pengisian bisa lebih atau kurang dari saldo awal.

Adapun Perbedaan antara Jurnal Imprest Fund System dengan Jurnal Fluctuation Fund System

- Pengadaan Kas Kecil (metode imperest fund)
Petty cash          xxxx
     Cash in bank            xxxx

- Pengadaan Kas Kecil (metode fluctuating fund)
Petty cash          xxxx
     Cash in bank            xxxx

- Penyaluran Kas Kecil untuk Bi Rutin (metode imperest fund)
Tidak ada pencatatan

- Penyaluran Kas Kecil untuk Bi Rutin (metode fluctuating fund)
Beban air            xxxx
Beban telepon      xxxx
     Kas kecil                xxxx

- Pengisian Kembali Kas kecil (metode imperest fund)
Beban-beban        xxxx
     Cash in bank          xxxx

- Pengisian kembali kas kecil (metode fluctuating fund)
Petty cash           xxxx
     Cash in bank          xxxx

Keterangan: perbedaan antara sistem imperest dan fluktuasi
-          Pembelanjaan kas kecil
Pembelanjaan kas kecil dengan menggunakan metode imperest tidak memerlukan jurnal. Yang diperlukan hanyalah membuat bukti pembayaran yang akan dijadikan bukti pengeluaran kas. Sedangkan dengan menggunakan metode fluktuasi harus dibuat jurnal yang disesuaikan dengan biayanya.
-          Pengisian kembali
Pengisian kembali menggunakan metode imperest disesuaikan dengan rekening buku besar, pengisian harus tepat dengan kebijakan perusahan dan dibuat sama dengan jumlah kas kecil ketika pertama dibentuk. Sedangkan pengisian dengan metode fluktuasi disesuaikan dengan kebutuhan.


_*****_

15 September 2015

Proses Akuntansi

Halo sahabat pengunjung Goeboek Ilmu, selamat berjumpa kembali.. Pada kesempatan ini Goeboek Ilmu akan memberikan penjelasan dari Proses Akuntansi.
Dalam Artikel sebelumnya Goeboek Ilmu telah menyebutkan bahwa akuntansi dapat dilihat dari kegiatan dan kegunaannya. Kegiatan akuntansi meliputi :
1. Pengindentifikasian dan pengukuran data relevan untuk mengambil keputusan,
2. Pemrosesan data dan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan,
3. Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.

Kegiatan - keigiatan tersebut di atas merupakan suatu proses yang berulang sehingga membentuk siklus. Secara ringkas proses akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut:
Transaksi --> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengiktisaran --> Lap. Akuntansi --> Menganalisa dan mengiterpretasikan --> Pemakai informasi akuntansi

Keterangan:
-Transaksi (Pengindentifikasi dan pengukur data)
-Pencatatan, Penggolongan, Pengiktisaran (Pemrosesan dan Pelaporan)
-Menganalisis dan menginterpretasikan (Pengkomunikasian Informasi)

Identifikasi dan Pengukuran Data
Data yang relevan untuk keputusan terdiri dari transaksi - transaksi dan kejadian dalam perusahaan. Transaksi atau kejadian akan selalu berhubungan dengan tindakan yang telah diselesaikan, misalnya membeli barang. Keinginan untuk membeli barang bukan merupakan transaksi, karena belum dilaksanakan. Data yang telah diidentifikasikan ini kemudian diukur. Satuan pengukur yang tepat dalam akuntansi adalah satuan uang (Rupiah, Dolar dan lain -lain). Bagaimana dengan kegiatan perusahaan yang tidak dapat diukur dengan uang, Misalnya mengangkat pegawai?? Dalam hal demikian, Kegiatan tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai transaksi akuntansi (accounting transaction) dan karena itu tidak diproses lebih lanjut dalam akuntansi.

Proses dan Pelaporan
Proses dan pelaporan data mencakup kegiatan pencatatan, penggolongan dan pengiktisara. Pencatatan (Recording) transaksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya di tulis dengan pensil atau pena mengetik pada peralatan komputer, membuat lubang pada kartu pons (punch card) atau memberi tanda - tanda tertentu. Pencatatan transaksi berarti mengumpulkan data secara kronologis. Disamping dicatat, transaksi perusahaan sekaligus digolong - golongkan dalam kelompok atau kategori yang berhubungan . Penggolongan (class sifying) transaksi penting agar penyajian dapat di ringkaskan. Contoh dari penggolongan transaksi adalah apabila semua pengeluaran untuk gaji dikelompokkan ke dalam satu pos penyajian, Misalnya beban gaji. Pengiktisaran (summarizing) adalah penyajian informasi yang telah digolong - golongkan ke dalam bentuk laporan seperti diinginkan pemakai.

Laporan Akuntansi
Laporan Akuntansi (Accounting Report) yang dihasilkan oleh suatu sistem akuntansi banyak macam ragamnya. Jenis laporan yang dihasilkan tergantung pada pihak - pihak yang akan menggunakan laporan tersebut. Salah satu yang utama adalah laporan keuangan (financial statement). Disamping laporan keuangan, banyak laporan - laporan lain yang dikeluarkan , misalnya laporan untuk pajak dalam bentuk Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak, laporan - laporan kepada badan - badan pemerintah (seperti Misalnya BAPEPAM atau BKPM) dan laporan - laporan khusus untuk manajemen perusahaan sendiri.

Analisis dan Interpretasi
Agar berguna dalam proses pengambilan keputusan, laporan akuntansi perlu dianalisis dan diinterpretasikan. Analisis laporan keuangan (Financial statement analysis) pada hakikatnya adalah menghubungkan angka - angka yang terdapat dalam laporan keuangan dengan angka lain atau menjelaskan arah perubahan (trend) nya. Angka -angka dalam laporan keuangan akan menjadi sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri - sendiri. Mereka baru berarti apabila dihubungkan dengan angka lain atau dilihat arah perubahan (trend) nya. Misalnya, apabila orang mengatakan bahwa perusahaannya memperoleh laba sebesar Rp. 4 miliar, makan angka ini tidak berbicara banyak. Akan tetapi; bila anka ini sudah dihubungkan dengan angka lain (misalnya angka penjualan yang berjumlah Rp 100 miliar), maka hubungan tadi (laba merupakan 4% dari penjualan) akan lebih bermanfaat dalam prosess pengambilan keputusan. Apa lagi kalau angka laba yang telah dinyatakan dalam persentase terhadap penjualan ini dibandingkan dengan angka yang sama tahun lalu (anggaplah misalnya bahwa persentase laba terahadap penjualan tahun lalu adalah 8%). Mengetahui arah perubahan (trend) laba perusahaan dari 8% tahun lalu menjadi 4% tahun sekarang lebih bermanfaat lagi dalam proses pengambilan keputusan.

Interpretasi laporan keuangan (financial statement interpretation) menghubungkan angka - angka yang terdapat dalam laporan keuangan, termasuk hasil analisisnya, dengan keputusan usaha yang akan diambil. Dari hubungan ini akan dapat dilakukan penilaian terhadap perusahaan yang bersangkutan sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk mengambil keputusan. Misalnya, bila laba perusahaan tahun ini adalah 4% dari penjualan sedang tahun lalu 8%, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan sedang mengalami perkembangan kurang baik. Keputusan perlu diambil untuk mencegah penurunan lebih lanjut, misalnya mengadakan promsosi besar - besaran. Perlu dicatat bahwa walaupun informasi akuntansi sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan, namun, pada umumnya suatu keputusan usaha tidak hanya didasarkan atas informasi tersebut.

_*****_

14 September 2015

Bidang Akuntansi Biaya dan Akuntansi Perpajakan

Hy Sobat Pengunjung Goeboek Ilmu... Sebelumnya sudah Goeboek Ilmu jelaskan tentang bidang akuntansi keuangan,auditing dan manajemen. Dan untuk kali ini sama seperti sebelumnya Goeboek ilmu akan menjelaskan Materi yang berhubungan dengan Bidang akuntansi akan tetapi disini Goeboek Ilmu akan menjelaskan Bidang akuntansi Biaya dan Akuntansi Perpajakan.

Simak Artikel Goeboek Ilmu berikut ini........

Akuntansi Biaya (Cost Accounting), bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya, Ia terutama berhubungan dengan biaya produksi suatu barang, tetapi perhatian makin meningkat mulai diberikan atas biaya distribusi. Bahkan akuntansi biaya telah mengarah pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity-based costing). Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisa data mengenai biaya, baik biaya yang telah maupun yang akan terjadi. Informasi yang dihasilkan berguna bagi manajamen sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan dan bermanfaat untuk membuat rencana dimasa mendatang.

Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting), Laporan akuntansi yang digunakan untuk tujuan perpajakan berbeda dengan laporan untuk tujuan lain. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan, metode pengukuran dan cara pelaporan. Untuk tujuan pajak, konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan serta bagaimana mengukur dan melaporkannya ditetapkan oleh peraturan pajak. Oleh karena setiap perusahaan akan selalu berurusan dengan masalah perpajakan, maka seorang akuntan perlu mengetahui konsep,metode,dan cara pelaporan untuk perpajakan tersebut. Disamping itu,perpajakan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keputusan usaha yang akan dilakukan perusahaan. Dalam menghadapi masalah pajak, akuntan dapat berperan dalah hal perencanaan pajak (Tax planning), pelaksanaan peraturan perpajakan atau mewakili perusahaan dihadapan kantor pajak. Tugas akuntan dalam perencanaan pajak diantaranya adalah pemilihan bentuk badan usaha, metode akuntansi yang diterapkan dan cara menangani suatu transaksi. Dalam pelaksanaan peratusan perpajakan seorang akuntan dapat membantu dalam perhitungan pajak yang terutang, mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) dan kegiatan - kegiatan administrasi perpajakan lainnya. Jasa mewakili perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pengurusan masalah perpajakan yang memerlukan hubungan langsung dengan pihak pajak.

_*****_

13 September 2015

Bidang Akuntansi Keuangan, Auditing Dan Akuntansi Manajemen

Hay..Sobat pengunjung Goeboek Ilmu selamat datang  dan selamat berjumpa kembali.. Pada kesempatan ini Goeboek Ilmu akan menjelaskan secara terperinci Bidang - bidang Akuntansi. Dimana Goeboek Ilmu akan menjelaskan Bidang Akuntansi Keuangan, Auditing Dan Akuntansi Manajemen, mungkin sobat pengunjung pernah mendengar tapi belum mengerti seperti apa sih Bidang Akuntansi Keuangan, Auditing Dan Akuntansi Manajemen?? Oke Simak Artikel berikut ini... 
Seperti halnya bidang - bidang kegiatan yang lain, akuntansi juga mempunyai bidang - bidang khusus sebagai akibat dari perkembangan zaman. Kecendrungan untuk spesialisasi disebabkan oleh perkembangan perusahaa, timbulnya sistem perpajakan baru dan bertambahnya pengaturan - pengaturan oleh Pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, Faktor - faktor tersebut bersama - sama dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisai tertentu. 

Akuntansi Keuangan (Financial Accounting). Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Ia berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak - pihak di luar perusahaan. Oleh karena pihak - pihak di luar perusahaan yang mempunyai kepentingan banyak macam ragamnya,maka pelaporan yang dihasilkan bersifat serba guna (general porpuse). Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan untuk pihak - pihak ini adalah aturan - aturan yang telah disetujui bersama. Aturan - aturan itu disebut "Standar Akuntansi Keuangan". Adalah merupakan kewajiban bagi perusahaan untuk mengikuti standar akuntansi keuangan tersebut dalam menyusun laporan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan kepada pihak - pihak di luar perusahaan. Standari Akuntansi Keuangan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Auditing (Auditing), Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, namun terdapat tujuan - tujuan lain yang dapat dicakup. Misalnya, memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan independensi dari pemeriksa. Konsep lain yang dianut adalah kerahasiaan serta pengumpulan bukti - bukti pemeriksaan yang cukup dan relevan. Pengumpulan bukti - bukti pemeriksaan yang cukup dan relevan tadi dilakukan melalui pengujian terhadap catatan - catatan akuntansi dan prosedur pemeriksaan lainnya.
Dalam melakukan audit, akuntan tunduk pada standar auditing dan kode etik akuntan. Standar auditing dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Audit merupakan jasa utama yang diberikan oleh akuntan publik. Tetapi disamping akuntan publik hampir semua perusahaan besar juga mempekerjakan pegawai yang berfungsi sebagai pemeriksa intern (Internal auditor). Salah satu tugas utama dari pemeriksa intern adalah menentukan sampai sejauh mana tiap - tiap bagian dalam perusahaan telah mematuhi kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Akuntansi Manajemen (Management Accounting). Titik sentral dalam akutansi manajemen adalah informasi untuk manajemen perusahaan. Beberapa kegunaan dari akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui aktiviatas yang dijalankan (activity based management) merupakan trent baru dalam akuntansi manajemen. Kegunaan akuntasi manajemen dalam pengambilan keputusan dapat dilihat, misalnya, dalam hal penetapan harga jual, metode produksi, investasi dan pembelanjaan. Dalam menghasilkan informasi yang diperlukan, akuntansi manajemen tidak membatasi diri pada data historis saja. Ada kalanya digunakan data yang baru terjadi dan bahkan data taksiran dimasa datang. Disamping itu, pemecahan masalah akuntasi manajemen kadang memerlukan bantuan disiplin ilmu lain, misalnya: Teori organisasi, Ilmu perilaku (behavioral sciences) dan Teori Informasi.
Dalam tahun - tahun terakhir ini, akuntan publik telah mengembangkan penyediaan jasa konsultasi bisnis (business consulting) dan jasa konsultasi ekonomi dan keuangan (economic and financial consulting). Jasa - jasa tersebut banyak mendasarkan pada pengetahuan tentang akuntansi manajemen.

_*****_

5 September 2015

Pemakai Informasi Akuntansi

Hasil gambar untuk pemakai akuntansiKegunaan informasi akuntansi telah diuraikan secara ringkas dalam bagian permulaan pada blog ini. Juga telah disebutkan pihak yang memerlukan informasi akuntansi, yang dapat berasal dari dalam maupun diluar perusahaan.

Akuntansi menyediakan cara untuk mengumpulkan data ekonomis dan melaporkannya kepada bermacam - macam individu dan pihak - pihak yang berkepentingan. Pemilik dan calon pemilik dari suatu perusahaan perlu mengetahui bagaimana keadaan keuangan perusahaan dan prospeknya dimasa datang. Bagi pemilik, informasi itu dapat digunakan untuk memutuskan apakah ia akan tetap mempertahankan kepemilikannya di perusahaan itu, atau menjualnya dan kemudian menanamkan modalnya ditempat lain. Bagi calon pemilik untuk memutuskan apakah ia akan menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

Pihak kreditur (misalnya bank) ingin mengetahui perkembangan perusahaan setelah pinjaman diberikan. Ia harus selalu menilai kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman untuk memutuskan apakah harus memberi tambahan pinjaman atau menarik pinjaman yang telah diberikan. Bagi calon kreditur, informasi tentang perusahaan diperlukan untuk menilai risiko yang akan terjadi sebelum pinjaman diputuskan untuk diberikan.

Badan - badan pemerintah sangat berkenan dengan kegiatan keuangan perusahaan untuk tujuan - tujuan pajak dan pengaturan - pengaturannya. Kantor pada berkepentingan terhadap informasi akuntansi perusahaan untuk memeriksa kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan. Pegawai dan serikat pekerjanya sangat tertarik mengenai stabilitas dan profirtabilitas perusahaan yang memperkerjakannya.

Pihak yang sangat tergantung dan paling banyak berhubungan dengan hasil akhir akuntansi adalah mereka yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Kadang - kadang mereka yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Kadang - kadang mereka, secara keseluruhan disebut sebagai manajemen (management) perusahaan. Jenis informasi yang dibutuhkan untuk tiap - tiap manajemen perusahaan berbeda sesuai dengan besarnya perusahaan, Manajemen sebuah perusahaan kecil mungkin hanya membutuhkan informasi akuntansi yang sedikit saja. Semakin besar perusahaan, semakin sedikit kesempatan menajemen perusahaan untuk berhubungan langsung dengan kegiatan sehari - hari. Akan tetapi, walaupun demikian, ia harus mendapatkan informasi yang tepat waktu mengenai bermacam - macam aspek yang terdapat dalam perusahaan itu.

Informasi yang relevan untuk satu pihak mungkin menjadi tidak relevan bagi pihak lain. Akan tetapi, begitu kelompok - kelompok yang membutuhkan informasi akuntansi dapat diidentifikasikan, informasi yang relevan juga dapat ditentukan. Jika kedua hal tersebut telah diketahui, seorang akuntan dapat menciptakan kerangka sistem informasi yang diperlukan untuk membantu setiap kelompok tersebut dalam membuat penilaian dan keputusan yang berhubungan dengan tindakan - tindakan dimasa mendatang.